Kamis, 15 Maret 2012

MUHASABAH

KUNCI DILUASKANNYA RIZKI OLEH ALLAH SWT
Oleh Muhamad Subhan, S.Pd., M.Pd.

            Di tengah-tengah kesibukan kita menagais rizki di bumi Allah, marilah kita merenungi diri kita terhadap pengabdian kita kepada Illahi, kedekatan kita kepada Allah, keimanan, dan  ketakwaan kita kepada-Nya.  Setelah itu, marilah kita meningkatkan pengabdian, kedekatan, keimanan, dan ketakwaan kita kepada-Nya. Karena hanya dengan semua itu kita akan meraih keselamatan dan kebahagiaan di dunia saat ini dan di akhirat kelak.
            Saudara-Saudaraku yang dirahmati Allah, bila kita cermati, ada beragam cara mencari  rizki. Ada yang menjadi petani, pegawai, pedagang, nelayan, pengamen, pengemis, bahkan ada yang menjual diri. Namun, apa hendak dikata tidak semua ihtiar itu membuahkan hasil tercapainya kehidupan yang sejahtera dan semapan-mapannya. Hal ini memberikan pembelajaran yang terbaik pada diri kita bahwa rizki itu takaran illahi Robbi. Sekuat dan sekeras apa pun ihtiar kita, kalau Allah tidak memberi, mustahil kita mendapatkannya. Lebih-lebih ihtiar yang dilakukan hanya mengandalkan tenaga, kekuatan, dan pikiran semata tanpa melibatkan Allah yang menentukan segalanya. Bahkan sering melupakan bahwa diri ini dalam kuasa Illahi Robbi. Karena itu, marilah kita tetap ihtiar sekuat tenaga, kekuatan, dan pikiran  namun tetap kita sadari sesadar-sadarnya dan seyakin-yakinnya bahwa Rizki itu Allah yang memberi. Allahlah yang memperluas dan mempersempit rizki hamba-Nya. Allahlah yang memegang kuncinya. Kunci-kunci diperluasnya rizki telah diajarkan kepada kita melalui Al-Quran dan Al-hadits kepada kita. Adapun kunci-kunci itu antara lain:

1.  Bertakwa Kepada Allah
Pengertian takwa adalah mengerjakan segala perintah Allah sesuai dengan yang diperintahkan serta menjauhi segala larangan Allah yang telah ditentukan. Karena dengan ketakwaan inilah seseorang akan dijamin rizkinya oleh Allah.
 “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Ath Thalaaq : 2-3)
Sebagian ulama mengatakan bahwa dengan ketakwaan seseorang tidak akan menjadi faqir. Karena Allah akan memberinya kecukupan baik dhahir ataupun bathin tatkala seseorang bertakwa dengan sebenar-benar ketakwaan. Inilah hakikat dari makna kecukupan, yaitu seseorang akan merasa tenang dengan yang sedikit dan merasa lebih dengan apa yang dianggap kurang oleh manusia.Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tapi kekayaan adalah yang ada di hati” (HR. Bukhari Muslim)

2. Bertawakal Kepada Allah
          Tawakal adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah melaksanakan suatu ihtiar serta meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa segenap kenikmatan semata-mata datangnya dari Allah telah berfirman :
 barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
Diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khaththab bahwa Rasulullah bersabda, “Andaikata kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, sungguh kalian akan Kami beri rizki sebagaimana burung diberi rizki. Di pagi hari keluar dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad)

3, Beristighfar Kepada Allah Sebanyak-banyaknya
Maka aku (Nabi Nuh) katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhan kalian, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat (melimpah ruah membawa kebaikan), dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai (yang penuh dengan kebaikan dan manfaat).” (Nuh 10 – 12)

4. Menjaga Shalat Lima Waktu
Allah berfirman, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepada kalian. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (Thaahaa : 132)
Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas bahwa apabila seseorang memerintahkan keluarganya untuk mengerjakan shalat dan bersabar terhadapnya, maka dia akan dikaruniakan rizky dari arah yang tidak pernah dia sangka.
5. Selalu Beribadah Kepada Allah
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah mengabarkan bahwa Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai Hamba-hambaku, hendaknya kalian memenuhi waktu (konsentrasi) dengan ibadah, kalau kalian melakukannya Aku akan memenuhi dada kalian dengan kekayaan, dan Aku akan menutupi kefakiran kalian. Kalau kalian tidak melakukannya, Aku akan memenuhi dada kalian dengan kesibukan dan Aku tidak akan menutup kefakiran kalian.” Maka hendaknya seorang hamba menyibukkan dirinya dengan ibadah dan tetap berusaha mencari rizkinya. Karena dengan berkonsentrasi terhadap ibadah inilah yang akan mempermudah seseorang dalam mencari rizqi.
6. Mensyukuri Nikmat Allah
            Bersyukur kepada Allah maknanya adalah memuji Allah dengan lisan, mengakui atau meyakini dalam hati bahwa semua nikmat datanya dari Allah, serta memanfaatkan kenikmatan itu untuk ketaatan kepada Allah semata.
Allah berfirman, 

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim : 7)

7. Berinfaq Dengan Pemberian Dari Allah
Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai anak adam berinfaklah, maka aku akan berinfaq kepadamu” Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada satu haripun yang berlalu kecuali ada dua malaikat yang turun, satu malaikat berkata, Ya Allah, berilah kepada orang yang berinfak di hari ini ganti untuknya. Dan malaikat yang lainnya berkata, Ya Allah berikanlah kerugian kepada orang yang tidak berinfak di hari ini.” (HR. Bukhari Muslim)Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya shodaqoh itu tidak pernah mengurangi harta.” (HR. Bukhari Muslim)Allah berfirman, “Apapun yang kalian infaqkan dari sesuatu, maka Dialah yang akan menggantinya, dan Dialah sebaik-baik pemberi rizki.” (Saba’ : 39)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar